Menu

Simak : Wayang Ajen Semarakan Puncak Hari Jadi ke-519 Kuningan


Simak – Jakarta – Pertunjukan Kolaborasi Wayang Ajen Spektakuler akan memeriahkan Hari Makara ke-519 Kuningan di Lapangan Bola Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat hari ini. Dalam pertunjukannya, wayang yang sudah tampil di 50 negara itu akan bersinergi dengan banyak sekali unsur seni baik tradisi maupun modern.

“Banyak warna baru. Nanti akan ada perpaduan seni tradisi dan modern,” ujar Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara.

Ukus menjelaskan, acara ini untuk memperlihatkan bantuan pada jadwal Pesona Indonesia yang tahun ini menargetkan 260 juta perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dan akan meningkat menjadi 275 juta wisnus pada 2019 dan 20 juta wisman pada 2019.

“Ini juga untuk mancapai sasaran wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia dengan motif wisata budaya. Karena sebesar 12 juta orang dengan sekitar 5,4 juta wisman tersebut ialah untuk menikmati atraksi budaya. Ini akan mengakibatkan Indonesia sebagai destinasi wisata favorit di dunia yang berdaya saing,” tambah Ukus yang diamini Kabid Promosi Wisata Budaya Wawan Gunawan.

Ukus menjelaskan, banyak sekali sumber daya yang unik dan langka sanggup dijadikan sebagai objek daya tarik wisata yang atraktif, reaktif, imajinatif, edukatif, dan bahkan religius bagi para pengunjung wisata di Kabupaten Kuningan. Salah satu di antaranya ialah event peringatan Hari Makara Kuningan.

“Peringatan Hari Makara ke-519 Kuningan ini dikemas menjadi media promosi tempat untuk lebih mengenalkan Kabupaten Kuningan di kancah regional dan international, sehingga berdampak kepada kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kuningan. Dampak lain ialah tumbuhnya bermacam-macam perjuangan ekonomi kreatif yang mendukung pariwisata daerah,” terperinci Ukus.

Bagi yang penasaran, silakan ke Kuningan. Di sana Anda sanggup menyaksikan show spektakuler dari Wawan Gunawan, dalang yang telah mendapat apresiasi dari UNESCO 2010. Tema lakon yang diangkat juga sangat menarik. Nanti akan ada pesan moral dari banyak sekali kode dan gagasan kreatif Menteri Pariwisata Arief Yahya wacana prioritas jadwal Kementerian Pariwisata.

Itu artinya, go digital, homestay desa wisata, dan konektivitas udara bakal ikut diangkat. Semuanya, akan dibalut dengan jurus sakti Menteri Pariwisata yaitu 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas), jurus 3S (Solid, Speed, dan Smart) yang dikemas dalam wujud monolog dan obrolan tokoh wayang oleh Ki Dalang Wawan Ajen secara luwes, dan gampang dipahami penonton.

“Show-nya juga menerapkan konsep pemanggungan dengan mengedepankan sentuhan teknologi modern dalam bentuk penataan panggung dan artistik, penataan sound system dan tata cahaya sesuai kebutuhan panggung. Itulah ciri khas Wayang Ajen dengan memperlihatkan derajat pertunjukan wayang lebih modern,” timpal Wawan.

Dalam pertunjukan wayang spektakuler yang sudah melanglang ke 50 negara ini, Ki Dalang Wawan Ajen menyajikan lakon yang dikemas secara aktual. Tema kisah yang diangkat juga sangat kekinian. Selain warta pariwisata, Wawan juga akan mengangkat tatanan dan kesejahteraan tempat dan masyarakat.

“Diperlukan penguatan diri melalui pendekatan agama, pendidikan serta keluarga. Tema tersebut dimunculkan dengan lugas dan penuh humor melalui tiap tokoh yang dihadirkan,” tambah Wawan.

Pesan moral Arief yang akan disampaikan oleh Ki Dalang Wawan Ajen dalam pertunjukan Wayang Ajen ialah meningkatkan kreativitas garapan seni pertunjukan bercirikan budaya lokal dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap budaya Indonesia. Selain itu, membuat gelombang kreatif di tempat untuk bersaing di tingkat nasional.

“Juga membuat event yang menjadi Ikon kreatif sebagai ataraksi masyarakat sebagai daya tarik Pariwisata budaya. Melestarikan, mengembangkan, mempromosikan sehingga masyarakat sekitar khususnya mendapat manfaat banyak dari acara ini,” papar Wawan.

Arief ikut merespons positif acara tersebut. Semua yang berbau budaya, menurutnya, mempunyai daya tarik tinggi untuk menyedot banyak wisatawan ke daerah.

“Di banyak sekali kesempatan saya selalu konsisten berpesar supaya selalu lestarikan etika dan budaya lokal. Inilah yang akan membawa Indonesia terbang di masa cultural industry atau creative industry. Semakin dilestarikan semakin mensejahterakan,” katanya.